Belajar

Selamat Datang

Wednesday, 27 March 2019

DETEKSI DINI, Untuk cegah Komplikasi Diabetes Melitus

Sebagian besar penyakit muncul akibat pola hidup yang tidak sehat, contohnya Diabetes Melitus (DM) yang seringkali menyebabkan berbagai komplikasi serius. Selain dapat menurunkan kualitas kesehatan secara drastis, komplikasi yang ditimbulkan dari penyakit ini juga bisa menyebabkan kecacatan hingga kematian. agar tak mengalaminya, sangat dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini dengan memeriksa kadar gula darah secara berkala. Jangan tunggu sampai gejala diabetes muncul, karena itu tandanya penyakit tersebut sudah mulai menyerang organ tubuh lain.

TIPE DIABETES
Ada dua tipe diabetes yang selama ini dikenal, pertama diabetes tipe 1 yang biasanya diderita sejak kanak-kanak, tidak diketahui penyebab tepatnya, dan tidak dapat dicegah. Kedua adalah diabetes tipe 2 yang merupakan bentuk umum dan diidap oleh sekitar 90 % penderita diabetes di seluruh dunia, namun sebagian besar dapat dicegah. tidak hanya mengincar orang usia lanjut. diabetes tipe ini kini juga mulai banyak ditemukan pada usia muda, bahkan remaja.

Selain 2 tipe tersebut, ada juga Diabetes Gestasional yang bersifat sementara, hanya terjadi sselama kehamilan dan akan sembuh dengan sendirinya setelah melahirkan. meski begitu kondisi ini memerlukan pengawasan medis yang ketat karena bisa membahayakan kondisi janin yang dikandung.

FAKTOR RESIKO DIABETES
Sebagian besar kasus diabetes muncul karena gaya hidup yang tidak sehat, seperti kegemukan dan kurang aktifitas fisik. kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat menyebabkan peningkatan berat badan berlebih, sehingga dapat meningkatkan risiko diabetes.

Karena erat kaitannya dengan baya hidup, kunci utama penanganan diabetes Melitus tentunya adalah dengan perubahan pola hidup atau life style menjadi lebih sehat. ia mengingatkan untuk mengendalikan pola makan dan rutin melakukan aktifitas fisik, minimal berjalan kaki selama 30 menit, lima kali dalam seminggu.

PENTINGNYA DETEKSI DINI 
Diabetes Melitus memang pantas disebut silent killer atau pembunuh diam - diam. Sebab pada awal kemunculannya penyakit ini tidak menimbulkan gejala berarti. apalagi masysrakat kita biasanya juga malas melakukan pemeriksaan kesehatan bila tidak mengalami keluhan fisik yang berat.

Karena pada tahap awalnya tidak menimbulkan gejala, pasien biasanya tidak sadar sudah terkena diabetes. Mereka baru datang ke dokter saat kondisi diabetesnya sudah berat. ini berbahaya sekali karena bisa menyebabkan berbagai komplikasi.
Maka dari itu sangat penting melakukan deteksi dini secara berkala dengan melakukan pemeriksaan kadar gula darah. Sebab apabila ditemukan lebih dini komplikasi dari penyakit diabetes dapat dicegah, sehingga penyandang diabetes dapat tetap produktif dan tidak mengalami kecacatan. Deteksi dini tersebut juga penting sekali dilakukan oleh mereka yang memiliki keturunan mengidap diabetes. Bila dalam pemeriksaan tersebut diketahui seseorang sudah berada pada fase prediabetes, tentunya langkah - langkah pencegahan  agar tidak sampai menjadi diabetes dapat lebih mudah dilakukan. prediabetes sendiri merupakan fase sebelum seseorang terkena diabetes. Dalam kondisi ini, kadar gula darah sudah berada diatas batas zona aman. (>140 mg/dl).

Meski baru tahap awal, prediabetes memang tidak bisa dianggap sepele,. Bila tidak segera mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, prediabetes bisa berkembang menjadi diabetes. kalau masih kurang peka juga dengan sinyal yang diberikan tubuh, tinggal tunggu komplikasi muncul.

Kalau tidak melakukan cek gula darah, kita tidak akan pernah tahu  apakah sudah berada di fase prediabetes atau bahkan sudah diabetes.Jadi harus dilakukan sebelum munculnya gejala. Karena bila sudah ada gejala, biasanya penyakit yang diderita sudah berat.

Tingginya gula darah yang diderita penyandang diabetes dapat menyerang seluruh organ tubuh, pada akhirnya menyebabkan berbagai komlikasi, mulai dari otak yang menyebabkan stroke, gangguan pada organ hati, gangguan fungsi ginjal, hingga komplikasi pada kaki yang membuat penderitanya mudah mengalami luka. Komplikasi inilah yang paling sering menyebabkan kecacatan dan kematian pada penderita diabetes. Jadi jangan ditunda lagi, ayo lakukan cek gula darah, sekarang.-------

Sunday, 27 May 2012

Memilih Susu Lanjutan

Memilih susu lanjutan kadang tidak mudah karena belum tentu cocok dengan sikecil.
Benarkah susu yang mahal lebih baik formula maupun kandungan gizinya? Semua jenis susu untuk bayi semuanya sama. Baik yang harganya ekonimis maupun mahal.
Semua terbuat dari bahan dasar yang sama dan komposisi kandungannya juga sama. Seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral, serta zat additive atau pelengkap lainnya. Kandungan dan komposisi itu di formulasi sedemikian rupa sehingga lebih mudah diserap ke sel-sel otak anak. Jadi tidak masalah, apakah membeli susu yang mahal atau ekonomis. Perlu di pahami bahwa segala kelebihan dari produk susu tertentu, sebenarnya cuma promosi untuk lebih mengunggulkan produknya.Yang membedakan mungkin dari cara pengolahannya.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk membeli susu lanjutan buat buah hati anda:
  • PAHAMI KONDISI ANAK - Kondisi tubuh setiap anak berbeda - beda. Untuk itu memahami kondisi anak mutlak diperlukan. Bisa jadi si kecil memiliki gangguan pencernaan atau mungkin juga cukup sehat. Misalnya bayi yang lahir prematur tentu saja komposisinya berbeda dengan bayii yang lahir normal. Karena bayi prematur harus segera meningkatkan berat badan agar kondisinya stabil. Selain itu pertimbangkan juga usia si kecil, apakah memerlukan susu lanjutan, susu formula adaptasi atau yang lainnya. Atau mungkin si kecil punya alergi terhadap salah satu kandungan susu sapi, sehingga harus mengkonsumsi susu dari bahan nabati. 
  • COBALAH DENGAN PERBANDINGAN - Bila  memang si kecil tidak mengalami masalah apapun dalam tubuh maupun pencernaannya, ibu juga harus tetap hati - hati dalam memberikan susu formula lanjutan. Karena belum tentu susu lanjutan yang akan diberikan sesuai dengan kondisi si kecil. Untuk itu perlu dilakukan adaptasi dari susu lama ke susu yang baru. Caranya dengan mencampur susu lama dan susu baru dengan perbandingan 40:60. Cara ini bertujuan untuk menyesuaikan pada sikecil. Sehingga tidak langsung diberikan susu baru yang belum tentu disukai atau cocok dengan si kecil. Dengan mencampur susu tersebut diharapkan sikecil bisa menerima susu baru yang akan dikonsumsi.
  • KONSULTASIKAN DENGAN DOKTER - Agar lebih yakin untuk mengganti susu lama dengan susu baru sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter. Mungkin saja ada anjuran untuk menggunakan susu tertentu, sehingga si kecil lebih mudah beradaptasi.  Sumber: Nyata

Saturday, 26 May 2012

Ceritaku 2

Ini adalah postingan ku yang kedua, lagi belajar buat blog,
masih belepotan dan masih amat sederhana, tapi sudah cukup membuatku senang
karena akhirnya aku bisa membuat blog sendiri, sambil bercerita dengan jagoan kecilku
yang gak habis-habisnya bercerita, hiihihihi
yah segini dulu ya....

Friday, 25 May 2012

Menghaluskan Wajah dengan Wortel

Siapapun tahu wortel, ternyata wortel yang mengandung vitamin A selain baik untuk kesehatan mata juga  bermanfaat untuk menghaluskan kulit wajah.
Caranya:
Ambil satu buah wortel ukuran besar kemudian diparut. Campurkan dengan satu sendok makan madu dan oleskan pada kulit wajah. Diamkan sekitar 20 menit lalu cuci dengan air. Gunakan masker ini minimal 1 minggu sekali. Selamat Mencoba.

Thursday, 24 May 2012

CERITAKU

Aku adalah seorang ibu dari 2 orang putra, yang juga seorang pegawai di salah satu instansi pemerintahan di sebuah kota kabupaten  di pulau Dewata yaitu di kabupaten Tabanan.